Makanan Yang Harus Di Hindari Saat Diet

Apakah kamu sedang mengikuti program diet? tapi berat badan kamu tidak berkurang, atau malah bertambah? Tak hanya sekadar olahraga, jenis makanan yang dikonsumsi pun harus diperhatikan selama program diet. Sebab, tak jarang diet ketat yang sedang dilakukan justru gagal karena pilihan makanan yang tidak tepat. Bahkan, sebagian besar orang sering terkecoh dengan kandungan nutrisi yang ditawarkan perusahaan makanan di balik label kemasan. Sejatinya tidak ada makanan yang baik atau buruk. Tapi, ada beberapa makanan yang bisa merugikan berat badan jika dikonsumsi dalam jumlah tinggi.

(Ilustrasi putih telur)
Gambar oleh Couleur dari Pixabay

1. Putih Telur Putih
Telur memang salah satu sumber protein berkualitas tinggi. Meski mengandung kolesterol tinggi, penelitian menunjukkan bahwa tidak berpengaruh pada diet. Jadi, jangan percaya restoran dan ‘ahli’ yang mengatakan putih telur adalah baik untuk jantung sehat dan membantu proses diet. Hindari jika ingin proses berhasil.


(Ilustrasi jus kemasan)
Gambar oleh Couleur dari Pixabay


2. Jus dalam kemasan
Jus dapat digunakan sebagai minuman yang sehat karena diolah dari buah atau sayur. Namun tidak demikian dengan jus dalam kemasan yang dijual di supermarket. Jus dalam susu mengandung gula dan kalori yang sama dengan sekaleng soda. Untuk keberhasilan diet, konsumsilah jus yang diolah langsung dari buah segar, tanpa tambahan gula. Baca juga: Katanya Diet Keto Bikin Gairah Seks Turun, Benarkah? Mengonsumsi buah dan sayur dapat mencukupi kebutuhan serat. Serat dapat membuat kita merasa kenyang lebih lama, sehingga makan lebih sedikit. Serat juga berperan dalam kesehatan pencernaan, mengontrol gula darah, dan  menurunkan kolesterol.


(Ilustrasi es krim)
Gambar oleh Couleur dari Pixabay


3. Es krim
Es krim memang menggoda, tapi di baliknya ada kandungan kalori dan gula yang tinggi. Karena kelezatannya, kita pun akan sangat mudah mengonsumsinya dalam jumlah yang banyak. Jika tetap ingin mengonsumsinya, kita bisa membuat sendiri dengan pilihan bahan-bahan yang lebih sehat, seperti yoghurt dan buah-buahan.

(Ilustrasi snacks)
Gambar oleh Couleur dari Pixabay


4. Snacks Crackers, sereal, dan pretzel 
Snacks Crackers adalah makanan yang menawarkan sedikit nutrisi. Ganti makanan ini dengan kandungan serat yang lebih baik. Seperti kacang-kacangan, apel, yogurt, buah beri, dan keju cottage.

(Ilustrasi selai kacang)
Gambar oleh Couleur dari Pixabay

5. Selai Kacang.
Selai kacang menawarkan sumber lemak sehat yang hebat. Namun, kalori selai kacang dapat menumpuk dengan cepat. Batasi dengan porsi yang tepat, minimal dua sendok. Sebagai gantinya, bisa memilih selai kacang bubuk dalam porsi yang ideal.


(Ilustrasi yogurt buah)
Gambar oleh Couleur dari Pixabay

6. Yogurt Buah
Jangan terkecoh dengan kata yogurt buah. Sebab, beberapa yogurt dapat menambahkan lebih banyak gula. Sebagai gantinya, tetaplah konsumsi yogurt biasa dan tambahkan buah segar di atasnya.

(Ilustrasi kentang goreng)
Gambar oleh Couleur dari Pixabay

7. Kentang goreng dan keripik.
Meskipun sedang diet, kita tetap disarankan mengonsumsi karbohidrat. Kentang adalah salah satu sumber yang enak dan mudah diolah. Selain nyaris tidak mengandung lemak, kalori pada kentang tergolong rendah, yakni hanya sekitar 90 per 100 gram kentang. Namun, cara penyajian kentang ikut menentukan kandungan gizinya. Kentang goreng dan keripik kentang mengandung kalori tinggi. Kedua jenis camilan ini merupakan makanan yang perlu kita hindari saat sedang melakukan diet. Studi menunjukkan, satu porsi kentang goreng dan keripik kentang sangat memengaruhi peningkatan berat badan dibandingkan makanan lainnya. Selain itu, menggoreng dapat memunculkan senyawa acrylamides yang dapat memicu kanker. Merebus dan mengukus adalah cara terbaik untuk menjaga nutrisi pada kentang.

Selain dari daftar makanan di atas, makanan yang harus dihindari saat diet lainnya adalah produk olahan. Produk olahan seperti sosis, kornet, atau nugget, biasanya memakai gula dan lemak tambahan. Nah, saat kita tidak yakin apakah makanan tergolong sehat dan mendukung diet, cermati label gizi dan komposisinya. Jangan lupa untuk membatasi konsumsinya, karena makanan yang dianggap sehat seperti kacang dan keju juga ternyata tinggi kalori, sehingga konsumsinya tetap harus dibatasi. Konsultasikan pada dokter gizi untuk menentukan kebutuhan harian sesuai kondisi kesehatan.



Posting Komentar

1 Komentar